LNSW Masuk Nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020

LNSW Masuk Nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020

Oleh Tim Humas LNSW

Melalui penerapan sistem pertukaran data elektronik ASEAN Trade in Goods Agreement (SiPakDe-ATIGA), Lembaga National Single Window, Kementerian Keuangan berhasil masuk dalam nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 yang diadakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Mempertimbangkan parameter inovasi yang telah ditentukan, melalui pengumuman 18 Juni 2020 silam, SiPakDe-ATIGA berhasil mengalahkan 2.126 proposal inovasi lainnya yang masuk dalam kategori kelompok umum.

Penerapan SiPakDe-ATIGA dilatari perjanjian perdagangan bebas di kawasan ASEAN (AFTA) yang memungkinkan barang dari Negara Anggota ASEAN mendapatkan preferensi berupa pengurangan bahkan pembebasan bea masuk. Untuk mendapatkan fasilitas bea masuk preferensi tersebut, diperlukan dokumen surat keterangan asal atu certificate of origin (CO) Form D yang merepresentasikan pemenuhan ketentuan kriteria asal barang sesuai kesepakatan AFTA.

Pada awalnya proses klaim bea masuk preferensi hanya dapat dilakukan menggunakan dokumen CO hardcopy. Hal ini menimbulkan beberapa permasalahan seperti kontainer tertahan karena menunggu dokumen, inefisiensi sumber daya manusia karena perlu petugas untuk memverifikasi dokumen, dan adanya biaya pengiriman dokumen antar negara yang harus ditanggung oleh pelaku usaha. Dengan asumsi biaya pengiriman sebesar USD 50 per dokumen dan dokumen yang dikirimkan ke 5 Negara yang telah tergabung ke ASW sebanyak 120 ribu dokumen per tahun, maka penghematan akibat penerapan e-Form D dari sisi pengiriman dokumen mencapai USD 6 juta per tahun. Selain itu, dengan asumsi biaya penginapan kontainer di pelabuhan sebesar USD 20 perhari dan setiap kontainer perlu menginap minimal satu hari menunggu dokumen CO Form D diterima, maka penghematan biaya inap kontainer akibat penerapan e-Form D sebesar USD 20 per kontainer atau USD 2,4 juta pertahun (asumsi 120 ribu kontainer pertahun).

Permasalahan penggunaan dokumen hardcopy yang menghambat kelancaran ekspor/impor itulah yang memunculkan gagasan dari negara anggota ASEAN untuk menerapkan ASEAN Single Window (ASW), yang akan memungkinkan pertukaran electronic document antar Negara anggota ASEAN. Oleh karena itu, mulai Januari 2018, Indonesia bersama dengan 4 Negara anggota ASEAN lainnya yaitu Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam, mulai menerapkan ASEAN Single Window (ASW), dengan mempertukarkan dokumen CO Form D secara elektronik (e-Form D). Bahkan Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang mengoperasikan NSW di Kawasan ASEAN.

Dengan penerapan e-Form D di kawasan ASEAN, reformasi birokrasi terwujud melalui peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik. Proses pengambilan keputusan oleh petugas Bea dan Cukai dapat lebih cepat dan didasarkan pada data yang valid. Proses perekaman keputusan pemberian bea masuk preferensi menggunakan sistem juga membuat pelaksanaannya menjadi lebih transparan dan akuntabel sehingga fasilitas yang disediakan oleh negara dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran oleh dunia usaha. Selanjutnya, data e-Form D yang tersimpan di Sistem INSW juga dapat diolah dan dianalisa untuk proses pengambilan kebijakan yang lebih baik. Tentunya LNSW tidak akan berhenti sampai disini. LNSW berkomitmen untuk senantiasa menjadi penggerak utama efisiensi layanan publik sesuai dengan visi LNSW.