Integritas dan Budaya Lembaga

Integritas dan Budaya Lembaga

Oleh Tim Humas LNSW

Lembaga National Single Window dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan mengadakan kegiatan bertajuk “Internalisasi Nilai-Nilai Kementerian Keuangan: Integritas”, pada Kamis (6/8) pagi. Hadir sebagai pembicara dalam acara yang berlangsung secara virtual itu, adalah Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Sumiyati.

 

Bicara soal integritas, Irjen Kemenkeu menegaskan bahwa seluruh pegawai di Kementerian Keuangan harus berpikir, berkata, berperilaku, dan bertindak dengan baik dan benar, serta selalu memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral.

Sebagai salah satu cara untuk memantau integritas pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan, Itjen melaksanakan Survei Penilaian Integritas (SPI). SPI terhadap LNSW pada 2019 lalu merupakan pengalaman pertama bagi LNSW dimana dari hasil SPI 2019 tersebut, diketahui bahwa salah satu komponen dengan nilai tertinggi di LNSW adalah Sistem Antikorupsi.

 

Kendati hasil SPI 2019 memuaskan, Irjen Sumiyati mengingatkan LNSW agar pantang berpuas diri. Dengan usia LNSW yang masih muda sebagai organisasi, menurutnya masih besar peluang untuk membangun budaya integritas yang kuat. Integritas harus selalu dirawat dan dijunjung tinggi karena integritas yang tercederai akan sulit dipulihkan. Kondisi itu dapat menghambat kontribusi seseorang membangun bangsa, sehingga diperlukan adanya pemantauan yang berkelanjutan.

 

Upaya merawat integritas tidak cukup hanya dilakukan terhadap integritas diri sendiri, namun juga harus saling menjaga sesama rekan kerja. Pasalnya dalam praktik korupsi, lazim terjadi snowball effect. Korupsi yang terjadi karena perilaku level individu atau hal-hal kecil namun disepelekan, dapat berlanjut ke korupsi besar bahkan hingga korupsi yang sistemik dan terorganisir.

 
“Kalau integritas sudah tercederai, maka kita akan sulit bekerja secara profesional, melayani dengan tulus tanpa mengharap imbalan, untuk mendorong perekonomian Indonesia,” tukas Irjen Sumiyati menutup kegiatan internalisasi tersebut.