Menjadi ASN yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman

Menjadi ASN yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman

Oleh Tim Humas LNSW

Lembaga National Single Window menggelar Webinar " ASN Hadapi Tantangan dan Ciptakan Peluang Inovasi di Era Ekonomi dan Industri Digital 4.0” pada Kamis (3/9) ini. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto selaku keynote speaker, Kepala LNSW M.Agus Rofiudin yang memberikan opening speech dan para narsumber yang terdiri dari Kepala Biro SDM Setjen Kemenkeu Rukijo, Sekretaris LNSW Muhamad Lukman, dan Wakil Dekan Sumber Daya FISIP Universitas Diponegoro Ika Riswanti.

 

Memang tidak dapat dipungkiri, era ekonomi dan industri digital 4.0 menuntut perubahan pada semua sektor, termasuk pemerintahan. Karena itu, diperlukan transformasi dari pola lama yang konvensional menjadi pola yang dinamis. Aparatur Sipil Negara (ASN) pun dituntut untuk bukan lagi sekadar melek teknologi, melainkan juga pintar terknologi, bahkan mampu menguasai dan mengendalikan teknologi khususnya teknologi informasi. Sebagai catatan, saat ini terdapat tidak kurang dari 4,35 juta ASN di Indonesia

 

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kemenkeu menekankan bahwa perubahan mindset sangat esensial dalam melakukan transformasi. Kementerian Keuangan cukup beruntung karena ‘new thinking of working’ sudah diinisiasi sejak 2017 silam, sehingga hanya perlu mengakselerasinya. Adapun tantangan terbesar yang dihadapi semua ASN di saat new normal, adalah bagaimana agar sekalipun diberi keleluasaan, kita bisa tetap memegang nilai integritas yang mengawal dalam keseharian, tanpa harus diawasi secara langsung setiap hari.

 

Lebih lanjut soal ‘new thinking of working’, Kepala Biro SDM Setjen Kemenkeu Rukijo menceritakan proses bagaimana Kementerian Keuangan secara kelembagaan terus bertransformasi dan siap berimprovisasi menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Di sisi lain, Sekretaris LNSW menjelaskan sejarah Lembaga National Single Window dan bagaimana inovasi-inovasi yang dilakukan guna memberikan layanan publik yang prima dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Webinar yang dihadiri lebih dari lebih dari 550 orang itu semakin komprehensif dengan penjelasan dari segi keilmuan yang disampaikan oleh Wakil Dekan Sumber Daya FISIP Universitas Diponegoro Ika Riswanti. Ika berbicara tentang agile governance, dimana bahwa dalam menghadapi perubahan yang sulit diprediksi, tidak cukup hanya dengan menjalankan pemerintahan yang baik dan dinamis, tapi juga mengantisipasinya dengan lincah.

 

Mengutip harapan yang disampaikan Kepala LNSW, webinar ini diharapkan dapat membekali ASN dengan kemampuan menghadapi tantangan di era yang dinamis ini, juga mampu menjadi inovator pelayanan publik untuk kepentingan bangsa dan negara.