Mulai Hari Ini, SSm Pabean Karantina dan Joint Inspection Berlaku Penuh di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Mulai Hari Ini, SSm Pabean Karantina dan Joint Inspection Berlaku Penuh di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Oleh Tim Humas LNSW

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja logistik nasional untuk memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, mulai hari ini (28/9), penerapan single submission Pabean Karantia dan Joint Inspection oleh Karantina - Bea Cukai pada KPPBC TMP Tanjung Emas, berlaku secara penuh (mandatory) untuk seluruh importir maupun eksportir yang melakukan pengiriman logistik di Pelabunan Tanjung Emas Semarang.

 

Penerapan SSM Pabean Karantina dan Joint Inspection itu meliputi kegiatan penyampaian permohonan pemeriksaan Karantina dan pemberitahuan pabean impor melalui Sistem Indonesia National Single Window dan pemeriksaan fisik bersama (joint inspection) Karantina dan Bea Cukai sesuai dengan manajemen risiko. Dengan implementasi SSm ini, diharapkan dapat menghilangkan repetisi dan duplikasi layanan pemerintah. Pelaku usaha tidak perlu lagi mengajukan dokumen dua kali karena cukup sekali melalui SINSW. Pemeriksaan dan pergerakan barang pun tidak lagi repetitif.

 

Pemberlakuan secara penuh di KPPBC TMP Tanjung Emas itu didasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-216/BC/2020 tanggal 17 September 2020 tentang Penerapan Secara Penuh (Mandatory) Single Submission – Joint Inspection Karantina dan Bea Cukai pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Tipe A Tanjung Priok, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Belawan, Tanjung Emas dan Tanjung Perak. Sesuai Keputusan tersebut, penerapan SSm Joint Inspection Karantina dan Bea Cukai dilaksanakan secara penuh di KPPBC TMP Belawan mulai 21 September 2020, pada 28 September 2020 di KPPBC TMP Tanjung Emas, pada 12 Oktober 2020 di KPPBC TMP Tanjung Perak, dan pada 9 November di KPUBC Tipe A Tanjung Priok.

 

Direktur Penjaminan Mutu LNSW Ircham Habib yang hadir dalam acara Grand Launching dan Sosialisasi Penerapan Secara Penuh (Mandatory) Single Submission-Joint Inspection Karantina-Bea Cukai pada KPPBC TMP Tanjung Emas di Gumaya Tower Hotel (28/9), menekankan penerapan SSM Pabean Karantina dan Joint Inspection merupakan bagian dari penataan ekosistem logistik nasional. Kolaborasi antarinstansi pemerintah akan terus dilakukan lebih maju lagi sehingga nanti efisiensi tidak hanya dari sisi pengguna jasa melainkan dari sisi pemerintah juga. Dia pun menegaskan komitmen LNSW untuk terus melakukan perbaikan dan berharap agar pelaku usaha menyampaikan perbaikan-perbaikan yang diharapkan agar layanan SSm dapat semakin baik.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Impor DJBC Djanurindro Wibowo menjelaskan bahwa Indonesia memiliki masalah tingginya biaya logistik yang saat ini mencapai 23,5% dari produk domestik bruto (PDB). Padahal rata-rata negara ASEAN biaya logistiknya di kisaran 13%. Jika terus dibiarkan, kondisi ini akan mempengaruhi daya saing Indonesia. Dengan implementasi NLE dan salah satunya melalui pemberlakukan SSM Joint Inspection Karantina-Bea Cukai, biaya logistik diperkirakan dapat turun 6 persen.